Sabtu, 12 Maret 2011

REFLEKSI MT SESI 3

Jum’at, 11-3-2011, pkl.09.00 setengah berlari aku berjalan di ruang komputer lantai 2 SMPN 32 Surabaya, syukur alhamdulillah ternyata pelatihan MT kelompok A belum dimulai. Disana terlihat P.Aditya yang tidak asing bagi kami, karena P.Adit pernah memberikan pelatihan membuat Power Point.
Pada pelatihan kali ini P.Adit akan memberikan pelatihan membuat suatu tulisan. Sesi pertama dimulai dengan membuat tulisan yang diacak tetapi masih bisa dibaca, sehingga sekilas seperti tulisan di sms yang biasa digunakan oleh anak – anak. Saya sempat berfikir kenapa harus membuat seperti ini karena terus terang saya benar-benar merasa kesulitan sebab saya tidak biasa melakukannya, tetapi setelah diberi penjelasan bahwa tujuan dari latihan seperti itu supaya kita tidak merasa takut salah dalam mengetik karena kesalahan dalam mengetik biasanya hanya huruf-huruf nya  saja yang terbolak-balik tanpa mengurangi artinya.
Latihan kedua masih pada sesi pertama kami di suruh membuat suatu kata dengan huruf pertamanya berasal dari huruf terakhir dari kata yang disebutkan teman sebelumnya, dan kami disuruh memilih salah satu kata yang telah disebutkan oleh teman-teman. Kata tersebut merupakan topik yang harus ditulis dalam waktu 10 menit. Saat itu saya memilih kata sayang yang saya sangka akan mudah dalam menuangkan tulisan karena kata tersebut begitu familier ditelinga, ternyata tidak semudah yang dibayangkan he...he...dan ternyata saya dapat menulis dengan 143 kata di mana pada latihan pertama hanya 89 kata. Disini kami diberkan masukan oleh P.Aditya bahwa jika menulis ya..menulis saja tidak perlu mengedit, karena itu adalah dua pekerjaan yang berbeda sehingga diusahakan tidak dilakukan bersama-sama karena kalau menulis yang aktif otak kanan, dan kalau mengedit yuang aktif otak kiri.
Latihan ketiga masih dalam sesi pertama kita disuruh mengambil salah satu kata / kalimat bijak yang digunakan untuk topik penulisan. Pada sesi ini saya mengambil kata bijak “ orang berhasil adalah orang yang dapat bangkit kembali dari keterpurukan yang dialaminya” Di sini kata yang bisa saya tulis hanya 189 kata karena rasa capek telah menghinggapi
Latihan keempat sesi pertama berlangsung dengan pengambilan topik terserah kita.Disini saya mengambil topik “My life” karena saya dapat bercerita banyak tentang kehidupan yang selama ini aku alami dan ternyata kata yang bisa aku hasilkan dalam tulisan hanya 198 kata. Aku sempat berpikir apakah kecepatan menulis juga ditentukan oleh kelincahan jari-jari tangan kita diatas keybord komputer? Karena sebenarnya banyak yang ingin aku tulis tapi P.Adit sudah meniupkan peluit saktinya yang dapat menghentikan pekerjaan semua peserta he..he...
Sesi kedua dimulai setelah break untuk sholat Jum’at dan makan siang berakhir, dan lagi-lagi kami disuruh memainkan jari-jari tangan kami diatas keybord komputer dengan topik yang sudah ditentukan yaitu kota bali. Pada pelatihan kali ini kami disuruh untuk membuat komentar tulisan teman-teman, pada dasarnya mereka telah pandai menuangkan/menggambarkan kota bali dalam bentuk tulisan tetapi tidak sepandai jika kami sendiri yang menentukan topiknya.
Pelatihan ke dua sesi kedua kami harus menggunakan semua panca indera dalam mendeskripsikan ruangan komputer SMPN 32 Surabaya dalam bentuk tulisan, lagi-lagi sebelum selesai menulis P.Adit sudah meniupkan peluit mautnya he...he...
Sabtu,12-3-2011 merupakan hari kedua untuk pelatihan menulis disini kami diberi sebuah artikel yang harus dibaca dan dicari topik nya lalu kami disuruh untuk mengembangkannya sendiri yang ditulis dalam blok yang telah kami buat bersama dengan P.Sigit, lalu tulisan itu dikomentari oleh teman dalam blok juga. Pekerjaan ini kami lakukan sampai waktu berakhir.
Pada dasarnya saya senang dengan pelatihan ini karena kami dilatih berani untuk menulis tanpa takut salah ( seperti yang saya tulis ini ), dan P. Adit dengan sabar membimbing kami dalam mengoperasikan komputer. TERIMAKASIH P.ADIT  SALAM UNTUK KELUARGA DIRUMAH.






Jumat, 11 Maret 2011

PERAWATAN TEMPAT KERJA

PERAWATAN  TEMPAT  KERJA
      Sering kita jumpai di kota-kota besar tempat kerja merupakan bangunan gedung yang menjulang tinggi, ruangan ber AC, kedap suara, lantai dilapisi karpet, sehingga mengesankan bahwa siapa yang kerja didalam nya akan mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Tetapi tahukah bahwa perawatan tempat kerja seperti diatas membutuhkan nilai nominal yang sangat besar, karena jika tidak akan membahayakan bagi pekerja pengguna gedung tersebut.
      Bahaya dapat dikatagorikan permanen dan tidak permanen. Bahaya yang tidak permanen sering disebut dengan ‘SBS’ ( Sick Building Syndrom ), yaitu suatu keluhan kesehatan akibat pencemaran udara dalam ruangan berventilasi udara buruk yang dapat bersumber dari penguapan zat kimia, dari mebel, cat barang elektronik, atau tubuh manusia itu sendiri, yang dapat menyebabkan pusing, iritasi mata dan hidung, rasa gamang, lelah serta sesak napas.
Berdasarkan penelitian Tony Pickering, dokter dari Wythenshawe hospital, dekat kota Manchester, Inggris, bahwa SBS sedikit terjadi pada gedung yang berventilasi alami dimana banyak mikroorganisme, tetapi SBS  paling banyak  ditemukan di gedung dengan penyejuk udara dimana jumlah mikroorganismenya rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa SBS ini tidak berkaitan dengan jumlah mikroorganisme.
      Bahaya permanen yang dapat ditimbulkan sering disebut dengan ‘BRI’ ( Building Related Illnes ) yang dapat menyebabkan kematian, dimana gejala awal dapat berupa influensa yang dapat berlanjut radang paru  ( pneumonia ) hingga kematian.
      Penyebab utama adalah polutan,yaitu benzena, trikhloro eitilen ( TCE ), dan formalindehid. Benzena bisa ditemukan tinta, minyak, karet, zat pewarna, deterjen, obat-obatan, serta bahan-bahan mudah meledak seperti gas pada korek api, TCE terdapat pada zat untuk dry clean, cat, pernis, dan beragam lem yang dapat menyebabkan kanker hati, sedangkan formalindehid ada pada kayu lapis, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, asap rokok dan minyak tanah.
      Untuk mengurangi polutan yang ada didalam ruangan diperlukan sejumlah tanaman antara lain lidah mertua ( Sansevieria ), palem, bambu , kuping gajah ( Aglaonema ), beringin, puring ( Janet crane ). Semuanya tergantung cara kita untuk meletakkan tanaman tersebut sehingga terciptalah bangunan hijau ( green building ), dan jangan melupakan penggunaan energi secara efektif dan pengaturan udara segar dalam ruangan sehingga terciptalah ‘Ruang kerja yang sehat dan hijau’  


kompas, senin, 7 Maret 2011
     

PERAWATAN TEMPAT KERJA

PERAWATAN  TEMPAT  KERJA
      Sering kita jumpai di kota-kota besar tempat kerja merupakan bangunan gedung yang menjulang tinggi, ruangan ber AC, kedap suara, lantai dilapisi karpet, sehingga mengesankan bahwa siapa yang kerja didalam nya akan mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Tetapi tahukah bahwa perawatan tempat kerja seperti diatas membutuhkan nilai nominal yang sangat besar, karena jika tidak akan membahayakan bagi pekerja pengguna gedung tersebut.
      Bahaya dapat dikatagorikan permanen dan tidak permanen. Bahaya yang tidak permanen sering disebut dengan ‘SBS’ ( Sick Building Syndrom ), yaitu suatu keluhan kesehatan akibat pencemaran udara dalam ruangan berventilasi udara buruk yang dapat bersumber dari penguapan zat kimia, dari mebel, cat barang elektronik, atau tubuh manusia itu sendiri, yang dapat menyebabkan pusing, iritasi mata dan hidung, rasa gamang, lelah serta sesak napas.
Berdasarkan penelitian Tony Pickering, dokter dari Wythenshawe hospital, dekat kota Manchester, Inggris, bahwa SBS sedikit terjadi pada gedung yang berventilasi alami dimana banyak mikroorganisme, tetapi SBS  paling banyak  ditemukan di gedung dengan penyejuk udara dimana jumlah mikroorganismenya rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa SBS ini tidak berkaitan dengan jumlah mikroorganisme.
      Bahaya permanen yang dapat ditimbulkan sering disebut dengan ‘BRI’ ( Building Related Illnes ) yang dapat menyebabkan kematian, dimana gejala awal dapat berupa influensa yang dapat berlanjut radang paru  ( pneumonia ) hingga kematian.
      Penyebab utama adalah polutan,yaitu benzena, trikhloro eitilen ( TCE ), dan formalindehid. Benzena bisa ditemukan tinta, minyak, karet, zat pewarna, deterjen, obat-obatan, serta bahan-bahan mudah meledak seperti gas pada korek api, TCE terdapat pada zat untuk dry clean, cat, pernis, dan beragam lem yang dapat menyebabkan kanker hati, sedangkan formalindehid ada pada kayu lapis, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, asap rokok dan minyak tanah.
      Untuk mengurangi polutan yang ada didalam ruangan diperlukan sejumlah tanaman antara lain lidah mertua ( Sansevieria ), palem, bambu , kuping gajah ( Aglaonema ), beringin, puring ( Janet crane ). Semuanya tergantung cara kita untuk meletakkan tanaman tersebut sehingga terciptalah bangunan hijau ( green building ), dan jangan melupakan penggunaan energi secara efektif dan pengaturan udara segar dalam ruangan sehingga terciptalah ‘Ruang kerja yang sehat dan hijau’  
     

Kamis, 10 Maret 2011

pelatihan Master teacher di surabaya

Pelatihan master teacher yang selama ini aku ikuti sangat berkesan. Banyak ilmu yang aku peroleh, bahkan semangat baru itu timbul setelah pelatihan ini. Guru-guru pembimbing dari UPI maupun SAMPOERNA sangat sabar membimbing dan melatih kami, yang nota bene nya kami orang-orang tua yang mudah lupa dan tenaga dan pikiran sudah terkuras untuk tugas di sekolah dan  di rumah. Begitu besarnya perusahaan swasta terutama SAMPOERNA FOUNDATION  yang peduli terhadap pendididikan dimana kami di tempa untuk menjadi lebih baik dari yang kemarin-kemarin, mulai dari pelatihan LS, ATP, ACTION RESEARCT ...dll.Didalam Master Teaching ini tidak hanya pembelajaran yang kami pelajari, tetapi ilmu diluar pembelajaran juga kami pelajari, misalnya pembelajaran tentang pembuatan vidio, pembuatan power point, pembelajaran tentang perubahan dan berani untuk berubah...dll.Meskipun setiap setelah pelatihan kami selalu mendapatkan tugas, kami sebagai siswa berusaha membuatnya semaksimal mungkin dan berusaha untuk tepat waktu. Saya sangat berterima kasih diberi kesempatan bisa mengikuti Master Teaching, dan saya tidak mersa lebih pintar dari teman-teman yang tidak mengikuti pelatihan ini. Pertama kali saya mendengar nama saya ada di pelatihan Master Teaching ini perasaan takut itu menyelinap karena ada pertanyaan di dalam hati saya SANGGUPKAH  SAYA ! Karena dari judul pelatihannya sangat mengerikan dan yang menjadi sponsornya dari SAMPOERNA FOUNDATION. Kita semua tahu jika yang menyelenggarakan sampoerna foundation maka proses pelatihannya sangat bermutu dan sangat bermanfaat bagi diri kita, sebab saya pernah mengikuti pelatihan dari sampoerna mengenai action researcht dan kami dibimbing sampai selesai dalam membuat PTK.Dan pada akhirnya ketakutan yang saya alami pudar ketika saya benar-benar mengikuti pelatihan Master teaching tersebut, karena didalam kelompok A sifat kekeluargaan dan saling menolong sangat terasa sekali, sehingga pelatihan begitu menyenangkan, ditunjang lagi dengan pembimbing yang sangat menyenangkan. TERIMAKASIH SAMPOERNA FOUNDATION.      

Rabu, 23 Februari 2011

liburan yang membahagiakan


liburan yang membahagiakan

Liburan adalah kata yang membahagiakan bagi seorang anak setelah terlepas dari beban sekolah yang sangat banyak dan memberatkan mereka. Tuntutan orang tua dan sekolah yang mengharuskan mereka untuk menjadi seorang yang dibanggakan dalam bidang akademik, padahal masih banyak yang bisa dilihat dari mereka baik  segi akademik maupun non akademik.