PERAWATAN TEMPAT KERJA
Sering kita jumpai di kota-kota besar tempat kerja merupakan bangunan gedung yang menjulang tinggi, ruangan ber AC, kedap suara, lantai dilapisi karpet, sehingga mengesankan bahwa siapa yang kerja didalam nya akan mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Tetapi tahukah bahwa perawatan tempat kerja seperti diatas membutuhkan nilai nominal yang sangat besar, karena jika tidak akan membahayakan bagi pekerja pengguna gedung tersebut.
Bahaya dapat dikatagorikan permanen dan tidak permanen. Bahaya yang tidak permanen sering disebut dengan ‘SBS’ ( Sick Building Syndrom ), yaitu suatu keluhan kesehatan akibat pencemaran udara dalam ruangan berventilasi udara buruk yang dapat bersumber dari penguapan zat kimia, dari mebel, cat barang elektronik, atau tubuh manusia itu sendiri, yang dapat menyebabkan pusing, iritasi mata dan hidung, rasa gamang, lelah serta sesak napas.
Berdasarkan penelitian Tony Pickering, dokter dari Wythenshawe hospital, dekat kota Manchester, Inggris, bahwa SBS sedikit terjadi pada gedung yang berventilasi alami dimana banyak mikroorganisme, tetapi SBS paling banyak ditemukan di gedung dengan penyejuk udara dimana jumlah mikroorganismenya rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa SBS ini tidak berkaitan dengan jumlah mikroorganisme.
Bahaya permanen yang dapat ditimbulkan sering disebut dengan ‘BRI’ ( Building Related Illnes ) yang dapat menyebabkan kematian, dimana gejala awal dapat berupa influensa yang dapat berlanjut radang paru ( pneumonia ) hingga kematian.
Penyebab utama adalah polutan,yaitu benzena, trikhloro eitilen ( TCE ), dan formalindehid. Benzena bisa ditemukan tinta, minyak, karet, zat pewarna, deterjen, obat-obatan, serta bahan-bahan mudah meledak seperti gas pada korek api, TCE terdapat pada zat untuk dry clean, cat, pernis, dan beragam lem yang dapat menyebabkan kanker hati, sedangkan formalindehid ada pada kayu lapis, tisu, kertas pembersih, cairan penghalus kain, lapis bawah karpet, asap rokok dan minyak tanah.
Untuk mengurangi polutan yang ada didalam ruangan diperlukan sejumlah tanaman antara lain lidah mertua ( Sansevieria ), palem, bambu , kuping gajah ( Aglaonema ), beringin, puring ( Janet crane ). Semuanya tergantung cara kita untuk meletakkan tanaman tersebut sehingga terciptalah bangunan hijau ( green building ), dan jangan melupakan penggunaan energi secara efektif dan pengaturan udara segar dalam ruangan sehingga terciptalah ‘Ruang kerja yang sehat dan hijau’
perludiperhatikan dan diwaspadai bila menaruh tanaman didalam kamar apalagi kamarnya gelap sebab jika dalam keadaan gelap tumbuhan akan melakukan kegiatan perbnapasan seperti kita sehingga antara tumbughan dengan kita terjadi kompetisi tentang oksigen gi .... tuu uuu !
BalasHapus